Minggu, 31 Oktober 2010

Award Sinjai green and clean 2010



Malam anugerah sinjai green and clean award 2010, berlangsung di gedung pertemuan Sinjai, Rabu 27 Oktober 2010. Dihadiri wakil Bupati sinjai, Andi Massalinri Latief, ketua DPRD Sinjai, Sulthani serta para kepala SKPD lingkup pemda Sinjai. Ratusan warga dan kader lingkungan juga hadir memeriahkan award Sinjai green and clean.
Read more "Award Sinjai green and clean 2010..."

Jumat, 24 September 2010

Prospek Daur Ulang Sampah Kertas

Permasalahan sampah kertas tidak terlepas dari permasalahan sampah secara keseluruhan. Permasalahan tersebut meliputi aspek teknis-operasional, hukum, pendanaan, sosial, dan institusi atau manajemen. Contoh paling populer dari permasalahan tersebut antara lain semakin sulitnya mencari lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di daerah perkotaan dan mahalnya biaya transportasi sampah. Sementara itu, biaya operasional dan pemeliharaan untuk transportasi sampah menjadi beban yang berat karena faktor volume sampah yang mesti diangkut dan jauhnya jarak dari sumber sampah ke TPA.

Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah antara lain dengan mendorong usaha untuk mengurangi volume sampah. Usaha pengurangan atau minimalisasi volume sampah yang diangkut ke TPA antara lain dengan melakukan daur ulang sampah, termasuk di dalamnya daur ulang sampah kertas.

Dengan usaha daur ulang akan didapatkan manfaat berupa berdirinya industri daur ulang sampah dan pemberdayaan masyarakat. Sampah kertas sebagai salah satu bahan baku industri daur ulang saat ini belum terkelola dengan baik. Contoh dari hal tersebut adalah tidak adanya sistem pemilahan yang menyebabkan sebagian sampah kertas menjadi tercampur dengan sampah lainnya sehingga menjadi kotor dan hancur, akibatnya menjadi sulit untuk didaurulang. Hanya sekitar 70% sampah kertas yang dapat dikumpulkan oleh pemulung untuk dijual ke lapak. Padahal jumlah timbulan sampah kertas bisa mencapai sekitar 10% dari jumlah keseluruhan sampah. ( Int )
Read more "Prospek Daur Ulang Sampah Kertas..."

Jumat, 17 September 2010



Read more " ..."

Jumat, 10 September 2010


SEGENAP TIM KERJA, MOTIVATOR, FASILITATOR DAN KADER LINGKUNGAN
SINJAI GREEN AND CLEAN

mengucapkan

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1431 H/2010 M
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
Read more " ..."

Selasa, 31 Agustus 2010

Pengomposan Ala Keranjang Takakura


Proses pengomposan ala keranjang takakura merupakan proses pengomposan aeraob di mana udara dibutuhkan sebagai asupan penting dalam proses pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah menjadi kompos. Media yang dibutuhkan dalam proses pengomposan yaitu dengan menggunakan keranjang berlubang, diisi dengan bahan-bahan yang dapat memberikan kenyamanan bagi mikroorganisme. Proses pengomposan metode ini dilakukan dengan cara memasukkan sampah organik – idealnya sampah organik tercacah - ke dalam keranjang setiap harinya dan kemudian dilakukan kontrol suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman air.

Alat/bahan:

No Bahan/ Alat Jumlah Satuan
1 Sekam Secukupnya
2 Pupuk ampas tebu Secukupnya
3 Mikroorganisme cair Secukupnya
4 Kompos 8 Kg
5 Sampah organik 2 KK
6 Keranjang plastik 2 unit
7 Jarum jahit 2 Buah
8 Benang nilon 1 Roll
9 Jaring 1 Meter
10 Gunting 1 Buah
11 Kertas kardus Secukupnya
12 Termometer 2 buah
13 Kain stocking 0,5 meter
14 Sprayer 1 unit
15 Bak plastik 2 buah
16 Air PDAM Sesuai kebutuhan
17 Garu kecil 1 buah


1. Siapkan bak dan isi dengan sekam secukupnya, lalu ambil mikroorganisme cair, tuangkan ke dalam sprayer.
2. Semprotkan mikroorganisme cair dengan menggunakan sprayer secara merata dengan sesekali mengaduk sekam dengan tangan.
3. Gunting jaring untuk membuat dua kantong sesuai ukuran alas dan bagian atas keranjang dengan cara menjahit bagian tepi jaring.
4. Setelah jaring berbentuk kantong, isi masing-masing kantong jaring dengan sekam secukupnya lalu jahit hingga menyerupai bantal;
5. Ambil kardus dan potong dengan menggunakan gunting sesuai ukuran sekeliling keranjang lalu tempelkam potongan kardus tadi di sekeliling bagian dalam keranjang.
6. Setelah bagian dalam keranjang terlapisi kardus, letakkan bantal sekam pada alas keranjang.
7. Semprot Microorganisme cair pada permuakaan luar dalam kardus dan bantal sekam dengan menggunakan sprayer hingga basah merata.
8. Siapkan bak lalu isi dengan kompos dan pupuk ampas tebu lalu aduk hingga merata.
9. Masukkan campuran kompos dan pupuk ampas tebu ke dalam keranjang yang sudah terlapisi kardus
10. Masukkan sampah organik segar yang sebelumnya telah dicacah terlebih dahulu, sesekali menekan sampah dengan cetok hingga sanpah berada di tengah-tengah campuran pupuk kompos dan pupuk ampas tebu;
11. Masukkan termometer sebagai alat pengukur suhu pada saat proses pengomposan.
12. Lapisi permukaan atas dengan menggunakan bantal sekam yang sudah disemprot dengan Mikroorganisme cair.
13. Setelah terlapisi dengan bental sekam, tutup bagian mulut keranjang dengan menggunakan kain stocking agar serangga kecil tidak masuk.
14. Setelah keranjang tertutup kain stocking, ambil penutup dari keranjang tersebut lalu tutup dan tekan hingga rapat dan kuat.

Catatan :
a) Pilih kain stocking yang berpori dan bahan yang awet sehingga tidak mengganggu respirasi.
b) Usahakan sampah organik masih segar dan dalam kondisi tercacah.
c) Sebaiknya sampah organik segar yang diisi setiap hari, usahakan sampah ditekan dengan cetok sampai sampah timbunan baru tidak terlihat.
d) Ganti kardus yang menjadi lapisan dalam keranjang setelah 3-6 bulan atau ketika hancur.
e) Cuci kain penutup jika dirasa kotor.
f) Bila Keranjang penuh maka 1/3 dari kompos itu dapat kita ambil dan dimatangkan di taman/kebun kita yang terlindungi dari sinar matahari selama kurang lebih 2 minggu untuk kemudian dapat digunakan sebagai pupuk kompos.
g) Keranjang Takakura dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Keranjang ini dipatenkan Pusdakota Ubaya untuk menjaga kemungkinan komersialisasi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan diri. ( takakura.blogspot )

Read more "Pengomposan Ala Keranjang Takakura..."

Jumat, 27 Agustus 2010

Rumah Ramah Lingkungan

Rumah bukan hanya tempat berlindung tapi juga mencerminkan status sosial dan selera penghuninya. Konsep apa pun yang menjadi pilihan Anda, satu hal yang tidak boleh dikesampingkan, rumah Anda haruslah ramah lingkungan.

Konsep rumah ramah lingkungan {ecojrtendly-house) mencuat terutama setelah bergulirnya Isu pemanasan global. Manusia dengan berbagai cara berupaya mengatasi dampak pemanasan global. Salah satu upaya yang dilakukan manusia adalah menciptakan hunian yang lebih hijau dan ramah lingkungan. Apa sih rumah ramah lingkungan Itu?Setidaknya ada empat faktor yang harus diperhatikan untuk membangun rumah ramah lingkungan, yakni desain rumah, pola pemanfaatan alr. penggunaan listrik serta pengolahan limbah rumah tangga (domestik).

Desain rumah

Anda berniat membangun rumah? Kalau ya, cobalah alokasikan 30 persen dari luas lahan untuk ditanami dengan berbagai tanaman. Sifat tanaman yang menghlsap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen tentunya sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas udara di lingkungan sekitar rumah.Selain Itu ruang hijau ini bisa berfungsi sebagai area resapan air karena area yang banyak ditumbuhi tanaman akan lebih banyak menyerap alr. Rumah ramah lingkungan banyak memiliki bukaan untuk sirkulasi udara, agar selalu mendapatkan pasokan udara bersih.

Prinsip lainnya, memaksimalkan terangnya matahari dan mengurangi teriknya. Karena Itu sedapat mungkin setiap bagian dari rumah mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Sementara untuk mengurangi sengatan matahari bisa disiasati dengan membuat kanopi pada tiap Jendela.Ciri lain rumah ramah lingkungan adalah bagian atapnya datar dan menggunakan lanskap atau biasa disebut green roof/roofgarden. Green roof selain bisa difungsikan sebagai taman Juga membantu menurunkan suhu panas di dalam rumah.

Pemanfaatan air

Manusia seharusnya bersikap prihatin, caranya dengan tidak boros dalam menggunakan alr. Ada tiga hal yang bisadilakukan, yakni hemat dalam penggunaan alr, mendaur ulang alr, dan membuat sumur resapan.Alr bekas mandi atau mencuci sayuran bisa dldaur ulang menjadi alr untuk membllas kloset, menyiram tanaman, atau mencuci kendaraan. Alr bekas cuci pakaian atau cuci piring bisa ditampung, disaring (dlnetralisasi). dan dlresapkan secara alami ke dalam sumur resapan air yang dilengkapi filter alami (pasir, kerikil. IJuk. pecahan bata/genteng).

Alr kotor yang dialirkan ke dalam septik tank diproses tersendiri. Alr hujan pun ditampung, diserap, dan dialirkan ke dalam pipa serta diresap-kan ke dalam sumur resapanalr. Hampir tidak ada buangan percuma dari konsep rumah ramah lingkungan. Semuanya dimanfaatkan sesuai dengan konsep daur ulang. Ucapkan selamat tinggal pada bak mandi, pakailah shower, karena mandi dengan gayung boros alr.

Penggunaan listrik

Gunakan lampu listrik seperlunya dan segera matikan jika ruangan sudah tidak digunakan. Hal sederhana Ini rasanya tidak sulit diterapkan. Rumah dengan banyak ventilasi berpeluang Iebih besar melakukan aksi hemat listrik.Ventilasi memungkinkan ruangan yang tidak membutuhkan pencahayaan intensif seperti ruang tamu, kamar mandi, atau gudang, akan semakin irit menggunakan energi listrik.Solusi lain dengan mengurangi sekat atau dinding rumah atau membuat satu atau beberapa ruangan multifungsi. Cara Ini selain bisa menghemat listrik Juga akan memperlancar sirkulasi udara di dalam rumah, sehingga rumah bisa lebih sejuk dan nyaman. (bataviase.co.id)

Read more "Rumah Ramah Lingkungan..."

Minggu, 22 Agustus 2010

Mengimpikan Car Free Day

Sudah menjadi kekhawatiran global tentang perubahan iklim dunia ini. Segala penjuru mulai serius mendalami masalah yang mengglobal ini. Perubahan iklim yang drastis dan mulai rusaknya lingkungan sudah sering memberikan dampak yang buruk bagi kita manusia penghuni bumi ini. Banjir , tanah longsor, polusi udara, efek rumah kaca dan bencana-bencana lainpun sudah sering terjadi, namun sadarkah kita sebagai penghuni daratan dan lautan besar beroksigen ini, tentang nasib bumi kita ini ?

Nah sudahkah kita menengok sekitar kita, sebagai upaya menyelamatkan satu-satunya bumi ini (paling tidak untuk saat ini). Kita tahu pada saat ini semua sudah lumayan bahkan bisa dikatakan gampang perihal transportasi, namun sadarkah kita seiring berkembangnya manusia dengan segala aktifitasnya menggunakan transportasi saat ini berpengaruh buruk, terutama bagi bumi kita tercinta ini. Tidak dapat dipungkiri
kebutuhan kita akan transportasi, kemanapun kita tidak luput menggunakan inovasi peradaban ini.

Sebuah ide Car Free Day, sudah mulai digalakkan di beberapa kota besar semacam JAKARTA dan SURABAYA. Terobosan ide ini intinya menawarkan hawa segar untuk sebuah ruang di pusat kota. Event ini memberikan
ruang bernafas bagi kota, membawa angin sejuk yang kadang sudah sulit sekali di tengah panas lalu lalang kendaraan transportasi dan makin sempitnya ruang hijau di mana-mana. Walaupun gagasan ini hanya sebatas
petak kota tertentu dan hanya beberapa waktu tertentu namun perlu menjadi suatu kajian yang perlu diterapkan untuk menyalurkan partisipasi kecil kita menyelamatkan bumi ini dan seterusnya diharapkan mampu untuk dibudayakan tentunya. Dengan kegiatan salah satunya semacam CFD ini, masyarakat nantinya dapat disadarkan akan pentingnya menjaga bumi, menyalurkan upaya sadar akan efisiensi dalam upaya menyelamatkan bumi misalnya dengan bersepeda, berjalan kaki , menggalakkan kembali pengijauan kota, peduli sampah dan cara mengolahnya dan masih banyak kegiatan membumi lainnya mungkin bisa diterapkan di dalamnya dan tentunya salah satunya mengurangi penggunaan alat transportasi.

Memang, kita harus memperhitungkan aspek positif dan negatifnya jika suatu saat ide ini bisa terealisasi. Yang pasti, car free day, meskipun hanya sesaat, namun bisa membuat udara di Sinjai bisa lebih sejuk dan segar, dan yang sudah bisa dipastikan, masyarakat Sinjai pasti akan memeriahkan car free day dengan mendatangi lokasi jalan yang menjadi area car free day tersebut dengan berjalan kaki, atau dengan membawa sepeda ontel. Belum lagi anak-anak komunitas skateboard, sepertinya tidak akan melewatkan acara ini. Seru juga ya… Semoga ke depan Pemerintah kabupaten Sinjai dapat merespon dan melaksakannya di Sinjai.

Bukankah menjadi kewajiban kita sebagai penghuni bumi ini, menjaganya tetap hijau ?. Pandaan sebagai kota yang tidak sedikit jumlah penduduk yang menggunakan alat transportasi yang sumbangsih polusinya cukup
besar, minimnya spot-spot hijau , dan belum lagi jumlah industri-industri yang bertebaran di kota kita tercinta ini sudah selayaknya menggerakkan event-event semacam CFD dan lainnya,demi lingkungan kita sendiri, demi kita dan anak cucu kita nanti. Tentunya segala ide demi kebaikan bersama ini realisasinya memerlukan dukungan yang berkelanjutan dari segala lapisan masyarakat khususnya kota kita tercinta ini. Siapakah yang berkewajiban menjaga alam dan sekitarnya jika bukan penghuni alam itu sendiri ?. ( visitpandaan.com + Sigreen )

Read more "Mengimpikan Car Free Day..."
 

Green and Clean ©  Copyright by Sinjai Green & Clean | E-Mail : sinjaigreenandclean@gmail.com | Design by Tim Web Sinjai Green and Clean