Minggu, 31 Oktober 2010

Award Sinjai green and clean 2010



Malam anugerah sinjai green and clean award 2010, berlangsung di gedung pertemuan Sinjai, Rabu 27 Oktober 2010. Dihadiri wakil Bupati sinjai, Andi Massalinri Latief, ketua DPRD Sinjai, Sulthani serta para kepala SKPD lingkup pemda Sinjai. Ratusan warga dan kader lingkungan juga hadir memeriahkan award Sinjai green and clean.
Read more "Award Sinjai green and clean 2010..."

Jumat, 24 September 2010

Prospek Daur Ulang Sampah Kertas

Permasalahan sampah kertas tidak terlepas dari permasalahan sampah secara keseluruhan. Permasalahan tersebut meliputi aspek teknis-operasional, hukum, pendanaan, sosial, dan institusi atau manajemen. Contoh paling populer dari permasalahan tersebut antara lain semakin sulitnya mencari lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di daerah perkotaan dan mahalnya biaya transportasi sampah. Sementara itu, biaya operasional dan pemeliharaan untuk transportasi sampah menjadi beban yang berat karena faktor volume sampah yang mesti diangkut dan jauhnya jarak dari sumber sampah ke TPA.

Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah antara lain dengan mendorong usaha untuk mengurangi volume sampah. Usaha pengurangan atau minimalisasi volume sampah yang diangkut ke TPA antara lain dengan melakukan daur ulang sampah, termasuk di dalamnya daur ulang sampah kertas.

Dengan usaha daur ulang akan didapatkan manfaat berupa berdirinya industri daur ulang sampah dan pemberdayaan masyarakat. Sampah kertas sebagai salah satu bahan baku industri daur ulang saat ini belum terkelola dengan baik. Contoh dari hal tersebut adalah tidak adanya sistem pemilahan yang menyebabkan sebagian sampah kertas menjadi tercampur dengan sampah lainnya sehingga menjadi kotor dan hancur, akibatnya menjadi sulit untuk didaurulang. Hanya sekitar 70% sampah kertas yang dapat dikumpulkan oleh pemulung untuk dijual ke lapak. Padahal jumlah timbulan sampah kertas bisa mencapai sekitar 10% dari jumlah keseluruhan sampah. ( Int )
Read more "Prospek Daur Ulang Sampah Kertas..."

Jumat, 17 September 2010



Read more " ..."

Jumat, 10 September 2010


SEGENAP TIM KERJA, MOTIVATOR, FASILITATOR DAN KADER LINGKUNGAN
SINJAI GREEN AND CLEAN

mengucapkan

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1431 H/2010 M
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
Read more " ..."

Selasa, 31 Agustus 2010

Pengomposan Ala Keranjang Takakura


Proses pengomposan ala keranjang takakura merupakan proses pengomposan aeraob di mana udara dibutuhkan sebagai asupan penting dalam proses pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah menjadi kompos. Media yang dibutuhkan dalam proses pengomposan yaitu dengan menggunakan keranjang berlubang, diisi dengan bahan-bahan yang dapat memberikan kenyamanan bagi mikroorganisme. Proses pengomposan metode ini dilakukan dengan cara memasukkan sampah organik – idealnya sampah organik tercacah - ke dalam keranjang setiap harinya dan kemudian dilakukan kontrol suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman air.

Alat/bahan:

No Bahan/ Alat Jumlah Satuan
1 Sekam Secukupnya
2 Pupuk ampas tebu Secukupnya
3 Mikroorganisme cair Secukupnya
4 Kompos 8 Kg
5 Sampah organik 2 KK
6 Keranjang plastik 2 unit
7 Jarum jahit 2 Buah
8 Benang nilon 1 Roll
9 Jaring 1 Meter
10 Gunting 1 Buah
11 Kertas kardus Secukupnya
12 Termometer 2 buah
13 Kain stocking 0,5 meter
14 Sprayer 1 unit
15 Bak plastik 2 buah
16 Air PDAM Sesuai kebutuhan
17 Garu kecil 1 buah


1. Siapkan bak dan isi dengan sekam secukupnya, lalu ambil mikroorganisme cair, tuangkan ke dalam sprayer.
2. Semprotkan mikroorganisme cair dengan menggunakan sprayer secara merata dengan sesekali mengaduk sekam dengan tangan.
3. Gunting jaring untuk membuat dua kantong sesuai ukuran alas dan bagian atas keranjang dengan cara menjahit bagian tepi jaring.
4. Setelah jaring berbentuk kantong, isi masing-masing kantong jaring dengan sekam secukupnya lalu jahit hingga menyerupai bantal;
5. Ambil kardus dan potong dengan menggunakan gunting sesuai ukuran sekeliling keranjang lalu tempelkam potongan kardus tadi di sekeliling bagian dalam keranjang.
6. Setelah bagian dalam keranjang terlapisi kardus, letakkan bantal sekam pada alas keranjang.
7. Semprot Microorganisme cair pada permuakaan luar dalam kardus dan bantal sekam dengan menggunakan sprayer hingga basah merata.
8. Siapkan bak lalu isi dengan kompos dan pupuk ampas tebu lalu aduk hingga merata.
9. Masukkan campuran kompos dan pupuk ampas tebu ke dalam keranjang yang sudah terlapisi kardus
10. Masukkan sampah organik segar yang sebelumnya telah dicacah terlebih dahulu, sesekali menekan sampah dengan cetok hingga sanpah berada di tengah-tengah campuran pupuk kompos dan pupuk ampas tebu;
11. Masukkan termometer sebagai alat pengukur suhu pada saat proses pengomposan.
12. Lapisi permukaan atas dengan menggunakan bantal sekam yang sudah disemprot dengan Mikroorganisme cair.
13. Setelah terlapisi dengan bental sekam, tutup bagian mulut keranjang dengan menggunakan kain stocking agar serangga kecil tidak masuk.
14. Setelah keranjang tertutup kain stocking, ambil penutup dari keranjang tersebut lalu tutup dan tekan hingga rapat dan kuat.

Catatan :
a) Pilih kain stocking yang berpori dan bahan yang awet sehingga tidak mengganggu respirasi.
b) Usahakan sampah organik masih segar dan dalam kondisi tercacah.
c) Sebaiknya sampah organik segar yang diisi setiap hari, usahakan sampah ditekan dengan cetok sampai sampah timbunan baru tidak terlihat.
d) Ganti kardus yang menjadi lapisan dalam keranjang setelah 3-6 bulan atau ketika hancur.
e) Cuci kain penutup jika dirasa kotor.
f) Bila Keranjang penuh maka 1/3 dari kompos itu dapat kita ambil dan dimatangkan di taman/kebun kita yang terlindungi dari sinar matahari selama kurang lebih 2 minggu untuk kemudian dapat digunakan sebagai pupuk kompos.
g) Keranjang Takakura dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Keranjang ini dipatenkan Pusdakota Ubaya untuk menjaga kemungkinan komersialisasi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan diri. ( takakura.blogspot )

Read more "Pengomposan Ala Keranjang Takakura..."

Jumat, 27 Agustus 2010

Rumah Ramah Lingkungan

Rumah bukan hanya tempat berlindung tapi juga mencerminkan status sosial dan selera penghuninya. Konsep apa pun yang menjadi pilihan Anda, satu hal yang tidak boleh dikesampingkan, rumah Anda haruslah ramah lingkungan.

Konsep rumah ramah lingkungan {ecojrtendly-house) mencuat terutama setelah bergulirnya Isu pemanasan global. Manusia dengan berbagai cara berupaya mengatasi dampak pemanasan global. Salah satu upaya yang dilakukan manusia adalah menciptakan hunian yang lebih hijau dan ramah lingkungan. Apa sih rumah ramah lingkungan Itu?Setidaknya ada empat faktor yang harus diperhatikan untuk membangun rumah ramah lingkungan, yakni desain rumah, pola pemanfaatan alr. penggunaan listrik serta pengolahan limbah rumah tangga (domestik).

Desain rumah

Anda berniat membangun rumah? Kalau ya, cobalah alokasikan 30 persen dari luas lahan untuk ditanami dengan berbagai tanaman. Sifat tanaman yang menghlsap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen tentunya sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas udara di lingkungan sekitar rumah.Selain Itu ruang hijau ini bisa berfungsi sebagai area resapan air karena area yang banyak ditumbuhi tanaman akan lebih banyak menyerap alr. Rumah ramah lingkungan banyak memiliki bukaan untuk sirkulasi udara, agar selalu mendapatkan pasokan udara bersih.

Prinsip lainnya, memaksimalkan terangnya matahari dan mengurangi teriknya. Karena Itu sedapat mungkin setiap bagian dari rumah mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Sementara untuk mengurangi sengatan matahari bisa disiasati dengan membuat kanopi pada tiap Jendela.Ciri lain rumah ramah lingkungan adalah bagian atapnya datar dan menggunakan lanskap atau biasa disebut green roof/roofgarden. Green roof selain bisa difungsikan sebagai taman Juga membantu menurunkan suhu panas di dalam rumah.

Pemanfaatan air

Manusia seharusnya bersikap prihatin, caranya dengan tidak boros dalam menggunakan alr. Ada tiga hal yang bisadilakukan, yakni hemat dalam penggunaan alr, mendaur ulang alr, dan membuat sumur resapan.Alr bekas mandi atau mencuci sayuran bisa dldaur ulang menjadi alr untuk membllas kloset, menyiram tanaman, atau mencuci kendaraan. Alr bekas cuci pakaian atau cuci piring bisa ditampung, disaring (dlnetralisasi). dan dlresapkan secara alami ke dalam sumur resapan air yang dilengkapi filter alami (pasir, kerikil. IJuk. pecahan bata/genteng).

Alr kotor yang dialirkan ke dalam septik tank diproses tersendiri. Alr hujan pun ditampung, diserap, dan dialirkan ke dalam pipa serta diresap-kan ke dalam sumur resapanalr. Hampir tidak ada buangan percuma dari konsep rumah ramah lingkungan. Semuanya dimanfaatkan sesuai dengan konsep daur ulang. Ucapkan selamat tinggal pada bak mandi, pakailah shower, karena mandi dengan gayung boros alr.

Penggunaan listrik

Gunakan lampu listrik seperlunya dan segera matikan jika ruangan sudah tidak digunakan. Hal sederhana Ini rasanya tidak sulit diterapkan. Rumah dengan banyak ventilasi berpeluang Iebih besar melakukan aksi hemat listrik.Ventilasi memungkinkan ruangan yang tidak membutuhkan pencahayaan intensif seperti ruang tamu, kamar mandi, atau gudang, akan semakin irit menggunakan energi listrik.Solusi lain dengan mengurangi sekat atau dinding rumah atau membuat satu atau beberapa ruangan multifungsi. Cara Ini selain bisa menghemat listrik Juga akan memperlancar sirkulasi udara di dalam rumah, sehingga rumah bisa lebih sejuk dan nyaman. (bataviase.co.id)

Read more "Rumah Ramah Lingkungan..."

Minggu, 22 Agustus 2010

Mengimpikan Car Free Day

Sudah menjadi kekhawatiran global tentang perubahan iklim dunia ini. Segala penjuru mulai serius mendalami masalah yang mengglobal ini. Perubahan iklim yang drastis dan mulai rusaknya lingkungan sudah sering memberikan dampak yang buruk bagi kita manusia penghuni bumi ini. Banjir , tanah longsor, polusi udara, efek rumah kaca dan bencana-bencana lainpun sudah sering terjadi, namun sadarkah kita sebagai penghuni daratan dan lautan besar beroksigen ini, tentang nasib bumi kita ini ?

Nah sudahkah kita menengok sekitar kita, sebagai upaya menyelamatkan satu-satunya bumi ini (paling tidak untuk saat ini). Kita tahu pada saat ini semua sudah lumayan bahkan bisa dikatakan gampang perihal transportasi, namun sadarkah kita seiring berkembangnya manusia dengan segala aktifitasnya menggunakan transportasi saat ini berpengaruh buruk, terutama bagi bumi kita tercinta ini. Tidak dapat dipungkiri
kebutuhan kita akan transportasi, kemanapun kita tidak luput menggunakan inovasi peradaban ini.

Sebuah ide Car Free Day, sudah mulai digalakkan di beberapa kota besar semacam JAKARTA dan SURABAYA. Terobosan ide ini intinya menawarkan hawa segar untuk sebuah ruang di pusat kota. Event ini memberikan
ruang bernafas bagi kota, membawa angin sejuk yang kadang sudah sulit sekali di tengah panas lalu lalang kendaraan transportasi dan makin sempitnya ruang hijau di mana-mana. Walaupun gagasan ini hanya sebatas
petak kota tertentu dan hanya beberapa waktu tertentu namun perlu menjadi suatu kajian yang perlu diterapkan untuk menyalurkan partisipasi kecil kita menyelamatkan bumi ini dan seterusnya diharapkan mampu untuk dibudayakan tentunya. Dengan kegiatan salah satunya semacam CFD ini, masyarakat nantinya dapat disadarkan akan pentingnya menjaga bumi, menyalurkan upaya sadar akan efisiensi dalam upaya menyelamatkan bumi misalnya dengan bersepeda, berjalan kaki , menggalakkan kembali pengijauan kota, peduli sampah dan cara mengolahnya dan masih banyak kegiatan membumi lainnya mungkin bisa diterapkan di dalamnya dan tentunya salah satunya mengurangi penggunaan alat transportasi.

Memang, kita harus memperhitungkan aspek positif dan negatifnya jika suatu saat ide ini bisa terealisasi. Yang pasti, car free day, meskipun hanya sesaat, namun bisa membuat udara di Sinjai bisa lebih sejuk dan segar, dan yang sudah bisa dipastikan, masyarakat Sinjai pasti akan memeriahkan car free day dengan mendatangi lokasi jalan yang menjadi area car free day tersebut dengan berjalan kaki, atau dengan membawa sepeda ontel. Belum lagi anak-anak komunitas skateboard, sepertinya tidak akan melewatkan acara ini. Seru juga ya… Semoga ke depan Pemerintah kabupaten Sinjai dapat merespon dan melaksakannya di Sinjai.

Bukankah menjadi kewajiban kita sebagai penghuni bumi ini, menjaganya tetap hijau ?. Pandaan sebagai kota yang tidak sedikit jumlah penduduk yang menggunakan alat transportasi yang sumbangsih polusinya cukup
besar, minimnya spot-spot hijau , dan belum lagi jumlah industri-industri yang bertebaran di kota kita tercinta ini sudah selayaknya menggerakkan event-event semacam CFD dan lainnya,demi lingkungan kita sendiri, demi kita dan anak cucu kita nanti. Tentunya segala ide demi kebaikan bersama ini realisasinya memerlukan dukungan yang berkelanjutan dari segala lapisan masyarakat khususnya kota kita tercinta ini. Siapakah yang berkewajiban menjaga alam dan sekitarnya jika bukan penghuni alam itu sendiri ?. ( visitpandaan.com + Sigreen )

Read more "Mengimpikan Car Free Day..."

Jumat, 20 Agustus 2010

SEGENAP TIM KERJA SINJAI GREEN AND CLEAN

MENGUCAPKAN

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA, SEMOGA AMAL IBADAH KITA DITERIMA DISISI-NYA DAN SENANTIASA DIRAHMATI OLEH ALLAH SWT.
AMIN...AMIN...AMIN...

Read more " ..."

Senin, 16 Agustus 2010

SEGENAP TIM KERJA SINJAI GREEN AND CLEAN, MOTIVATOR, FASILITATOR DAN KADER LINGKUNGAN

MENGUCAPKAN

DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI KE-65
Read more " ..."

Jumat, 13 Agustus 2010

RW 04 Lompu Wilayah Terbaik



RW 04 Lompu kelurahan Biringere akhirnya ditetapkan sebagai wilayah terbaik, pada kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean 2010 yang digelar selama sebulan lebih. RW 04 yang berada di kawasan BTN Gojeng Permai ini, memiliki poin tertinggi dibanding 5 RW lainnya yang juga mengikuti kompetisi kampungku bersih. Pada kriteria pemilahan pengelolaan sampah, RW 04 Lompu memiliki nilai yang tinggi, hal ini didukung oleh kader-kader lingkungannya yang mampu membuat kerajinan daur ulang sampah secara variatif.

Kondisi fisik wilayah juga dianggap menjadi poin tersendiri bagi RW 04 Lompu. Selain karena berada dikompleks perumahan yang sudah tertata sedemikian rupa, kader-kader lingkungan diwilayah ini juga mampu membuat aneka kreasi seperti pot-pot gantung dari botol air mineral yang jumlahnya mencapai 207 pot. Pot-pot gantung ini tersebar diseluruh areal dikawasan perumahan ini.

Sementara itu, wilayah lain yang dianggap berhasil pada program Sinjai green and clean adalah, RW 02 Popanda kelurahan Bongki. Pada kompetisi kampungku bersih, RW 02 Popanda mendapatkan nominasi sebagai wilayah paling inovatif. Selain kedua wilayah tersebut, tim kerja Sinjai green and clean juga menetapkan RW 03 Kokoe kelurahan Lappa dan RW 01 Tokinjong kelurahan Balangnipa sebagai wilayah maju. Sinjai green and clean juga berhasil memilih 6 orang kader lingkungan terbaik pada program Sinjai green and clean, serta kepala kelurahan Bongki, Yuhadi Samad, sebagai lurah tergiat pada program ini.

Kompetisi kampungku bersih bukanlah sekedar ajang untuk merebut hadiah atau penghargaan, namun kompetisi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perkembangan wilayah masing-masing. Ini juga bertujuan sebagai evaluasi bagi motivator, fasilitator dan kader-kader lingkungan, apakah bisa menerapkan dilapangan, pengetahuan mengenai pengelolaan wilayah dan persampahan yang sudah didapatkan saat workshop,” Kata direktur eksekutif yayasan peduli negeri, Saharuddin Ridwan beberapa waktu lalu. Sahar juga mengucapkan selamat kepada wilayah terbaik serta kader lingkungan terbaik pada program Sinjai green and clean,” yang jelas tugas kita tidak berhenti disini, karena masih banyak program Sinjai green and clean lainnya yang harus diteruskan,”kuncinya. (*)

HASIL PENILAIAN

KOMPETISI KAMPUNGKU BERSIH SINJAI GREEN AND CLEAN 2010

1. WILAYAH TERBAIK : RW 04 Lompu Kel. Biringere

2. WILAYAH INOVATIF : RW 02 Popanda Kel. Bongki

3. WILAYAH MAJU : RW 03 Kokoe Kel. Lappa

4. WILAYAH MAJU : RW 01 Tokinjong Kel.Balangnipa


Kader lingkungan terbaik Sinjai green and clean 2010 :

1. Mashuddin : RW 03 Kokoe Kelurahan Lappa

2. Iwan Setiawan : RW 04 Lompu Kel. Biringere

3. Irwan Rais : RW 02 Tokinjong Kel. Balangnipa

4. St. Maemunah : RW 02 Popanda Kelurahan Bongki

5. Sumarni : RW 01 Tokinjong Kel. Balangnipa

6. Fitrawati : RW 02 Benteng Kelurahan Bongki


LURAH TERGIAT SINJAI GREEN AND CLEAN 2010 :

LURAH BONGKI : Drs. YUHADI SAMAD, M.Si


Read more "RW 04 Lompu Wilayah Terbaik..."

Kamis, 12 Agustus 2010

Semua Mendukung Sinjai Green And Clean




Kendati belum genap setahun dilaksanakan di kabupaten Sinjai, namun program Sinjai hijau dan bersih atau Sinjai green and clean menuai dukungan dari sejumlah pihak, bahkan mereka berharap program ini bisa terus dilanjutkan. Kepala kelurahan Bongki, Yuhadi Samad mengatakan bahwa sebagai aparat pemerintah, dirinya berharap program Sinjai green and clean bisa terus dilanjutkan. Program ini menurutnya membawa implikasi positif bagi perkembangan wilayahnya, serta pola pikir masyarakat utamanya di kelurahan Bongki sudah berubah terutama dalam hal pengelolaan sampah.

“ Saya rasa program Sinjai green and clean perlu dilanjutkan, dan sebagai aparat pemerintah saya sangat mendukung karena terbukti wilayah kami mengalami perubahan terutama perubahan pola pikir warga dalam mengelola sampah,” ungkapnya

Yuhadi juga berharap adanya dukungan penuh dari seluruh komponen masyarakat, agar program ini bisa berkesinambungan. “ yang jelas apabila program ini melibatkan masyarakat mulai dari komponen bawah hingga keatas, maka saya yakin kedepannya program ini akan berjalan sukses,” harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan salah seorang warga bernama Hasan, menurutnya program Sinjai green and clean adalah program yang positif, karena bertujuan untuk merubah pola pikir masyarakat dalam mengelola lingkungan terutama masalah persampahan di wilayahnya. Awalnya warga kelurahan Balangnipa ini pesimis Sinjai green and clean akan sukses, namun setelah melihat perkembangan wilayahnya, Hasan malah berharap ini terus berlanjut.

“ setelah melihat perkembangan wilayah kami di Tokinjong yang menjadi salah satu lokasi binaan Sinjai green and clean, maka saya sangat berharap program ini dilanjutkan,”harapnya. Hasan pun mengaku senang, karena sampah-sampah plastik diwilayahnya sudah mulai berkurang seiring aktifnya kader-kader lingkungan di Tokinjong melakukan daur ulang sampah. (*)


Read more "Semua Mendukung Sinjai Green And Clean..."

Selasa, 10 Agustus 2010

Bulan Puasa, Kader Lingkungan Tetap Mendaur Ulang Sampah




Kader-kader lingkungan di wilayah binaan Sinjai green and clean tetap aktif menata lingkungan masing-masing, kendati sudah memasuki bulan suci ramadhan. Malah sejumlah kader lingkungan tetap aktif mendaur ulang sampah plastik, seperti yang tampak di RW 01 Tokinjong kelurahan Balangnipa. Kader-kader lingkungan di wilayah ini tampak sibuk menyelesaikan sejumlah pesanan seperti tas dari sampah plastik.

Hal yang sama juga terlihat di RW 04 Lompu kelurahan Biringere. Kader lingkungan di wilayah ini juga masih terlihat sibuk menyelesaikan, pesanan bingkai foto yang terbuat koran bekas. “Pesanan bingkai foto ini rencananya akan diambil oleh pemesannya hari Jumat ini, makanya kader-kader lingkungan di RW 04 berusaha menyelesaikannya tepat waktu,” kata motivator kelurahan Biringere, Aryanti Mahrik.

Sejak kompetisi kampungku bersih berakhir beberapa waktu lalu, sejumlah wilayah binaan yang aktif melakukan daur ulang sampah plastik mulai menerima pesanan kerajinan daur ulang sampah. Bahkan sudah ada kader lingkungan yang mulai membuat ruangan galeri hasil daur ulang sampahnya. Galeri daur ulang sampah warga ini tentunya sangat berguna apabila ada tamu yang berkunjung ke wilayah binaan.

“Apabila kader lingkungan sudah membuat galeri khusus hasil daur ulangnya, maka tidak susah lagi mengarahkan tamu dari daerah lain yang ingin melihat dan belajar cara mendaur ulang sampah yang dilakukan kader-kader lingkungan di Sinjai,” kata Sekretaris Sinjai green and clean, Yusuf Yunus. (*)



Read more "Bulan Puasa, Kader Lingkungan Tetap Mendaur Ulang Sampah..."

Bantuan Peralatan Untuk RW Terbaik




Wilayah terbaik pada kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean, yang digelar beberapa waktu lalu, akan mendapatkan bantuan peralatan berupa mesin jahit dan mesin rumput dari UPTD Kebersihan kabupaten Sinjai. Hal ini disampaikan kepala UPTD Kebersihan kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, Selasa ( 10/8 ) kemarin diruang kerjanya. Menurutnya, bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kader-kader lingkungan yang selama ini sudah berhasil membuat wilayahnya menjadi daerah yang bersih dan terbebas dari sampah.

Selain bantuan peralatan, kader-kader lingkungan terbaik dari 6 RW yang mengikuti kompetisi kampungku bersih, juga akan mendapatkan hadiah berupa tabungan simpedes dari Bank Rakyat Indonesia ( BRI ). Hadiah-hadiah ini menurut Jefri yang juga ketua KNPI Sinjai ini, akan diserahkan langsung oleh Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa usai upacara HUT RI ke 65 di halaman kantor bupati Sinjai.

Untuk wilayah terbaik, RW inovatif, lurah tergiat serta kader-kader lingkungan terbaik akan mendapatkan bantuan peralatan serta hadiah tabungan, yang akan diserahkan langsung oleh bapak Bupati Sinjai usai upacara HUT RI di kantor bupati Sinjai,” ungkap kepala UPTD kebersihan diruang kerjanya.

Bantuan serta hadiah dari pemerintah daerah Sinjai ini tambahnya, diharapkan bisa menambah motivasi warga terutama kader-kader lingkungan untuk berbuat lebih baik lagi dalam menata lingkungan di wilayahnya masing-masing. ( * )



Read more "Bantuan Peralatan Untuk RW Terbaik..."

Senin, 09 Agustus 2010



Read more " ..."

Hasil Penilaian Kompetisi Ditangan Panitia

Hasil penilaian kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean 2010 yang dilakukan pada tanggal 28 hingga 31 Juli 2010 lalu, saat ini sudah berada ditangan panitia Sinjai green and clean. Kriteria hasil penilaian tersebut diantaranya adalah, wilayah atau RW terbaik, RW inovatif serta lurah tergiat. Selain itu, panitia juga memilih 6 orang kader lingkungan terbaik dari 6 RW di kecamatan Sinjai Utara yang mengikuti kompetisi kampungku bersih.

Penilaian yang dilakukan oleh Yayasan peduli negeri ini menitik beratkan pada, kemampuan para kader lingkungan dalam mengelola sampah organik maupun non organik, serta kondisi fisik wilayah masing-masing. Selain itu, partisipasi aparat pemerintah serta warga setempat, juga menjadi bahagian dari penilaian yang dilakukan oleh yayasan peduli negeri.

Ikram, salah seorang anggota tim penilai mengakui bahwa, progres wilayah Sinjai green and clean menunjukkan adanya perubahan signifikan. Hanya saja, menurutnya ada beberapa warga yang masih belum bisa membedakan sampah basah dan sampah kering. Sementara itu, project officer Sinjai green and clean, Zainal Abidin Ridwan mengakui kalau masih ada beberapa wilayah binaan Sinjai green and clean yang perlu mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Salah satu contoh menurutnya adalah di RW 02 Popanda dan RW 03 Benteng kelurahan Bongki. Wilayah ini menurutnya belum memiliki drainase, sehingga sistem sirkulasi air pembuangan dari rumah-rumah warga menjadi tidak jelas.

“ Sistem drainase di pemukiman warga menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, sehingga sirkulasi air pembuangan atau limbah dari rumah-rumah warga lebih terarah,” Kata Zainal.

Read more "Hasil Penilaian Kompetisi Ditangan Panitia..."

Minggu, 08 Agustus 2010

Kader Lingkungan Gelar Pelatihan Daur Ulang Sampah




Kader lingkungan di RW 01 dan 02 Tokinjong kelurahan Balangnipa, Minggu ( 8/8 ) pagi menggelar pelatihan daur ulang sampah di salah satu rumah kader lingkungan di RW 01. Belasan warga yang didominasi ibu-ibu rumah tangga ini, mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka diajarkan cara-cara mendaur ulang sampah plastik dan kertas menjadi barang-barang kerajinan seperti tas, keranjang serta tempat tissu dari koran bekas.

Rudi Mude, motivator Sinjai green and clean di kelurahan Balangnipa mengatakan bahwa, pelatihan ini dilakukan untuk menambah jumlah kader lingkungan yang bisa membantu program-program Sinjai green and clean dalam mengurangi volume sampah, salah satunya dengan cara di daur ulang. Selain itu menurut Rudi, warga juga di harapkan bisa memiliki penghasilan tambahan apabila sudah mempu mendaur ulang sampah.

“ kita berharap warga di wilayah ini bisa memiliki penghasilan tambahan apabila sudah mampu melakukan kerajinan daur ulang sampah,” katanya. Sementara itu menurutnya, untuk tim pelatih daur ulang sampah sendiri berasal dari para fasilitator lingkungan yang sebelumnya sudah mengikuti workshop,”untuk melatih warga di wilayah ini, kami mempunyai fasilitator lingkungan yang sudah mengikuti workshop pengelolaan sampah mandiri beberapa waktu lalu,” ungkapnya. Pelatihan daur ulang sampah ini sendiri rencananya akan rutin dilakukan setiap sekali seminggu.

RW 01 dan RW 02 Tokinjong ini memang termasuk wilayah yang aktif melakukan kegiatan daur ulang sampah. Hal ini didukung oleh sarana yang mereka miliki, diantaranya mesin jahit 6 unit yang merupakan bantuan dari salah satu lembaga pemberdayaan masyarakat. (*)

Read more "Kader Lingkungan Gelar Pelatihan Daur Ulang Sampah..."

Kamis, 05 Agustus 2010

Kader Lingkungan Mulai Terima Orderan




  • Hasil Daur Ulang Sampah

Setelah pelaksanaan kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean, kader-kader lingkungan di wilayah binaan Sinjai green and clean mulai menerima orderan atau pesanan daur ulang sampah dari para peminat. Di RW 02 Tokinjong kelurahan Balangnipa misalnya. Di wilayah ini, Iwan yang juga kader lingkungan RW 02 mulai menerima orderan aneka tas untuk tempat handphone. Bahan baku yang digunakan Iwan untuk membuat tas ini adalah sampah plastik refill atau isi ulang detergen.

Selain di RW 02 Tokinjong, kader lingkungan di RW 04 BTN gojeng permai juga sudah mulai menerima pesanan. Bahkan kader lingkungan di wilayah ini sementara mengerjakan pesanan tim kerja Sinjai green and clean, berupa figura dari koran bekas. “ teman-teman saat ini mengerjakan figura dari koran-koran bekas yang dipesan tim kerja Sinjai green and clean, jumlahnya lumayan banyak,” kata Anti, motivator kelurahan Biringere. RW 04 BTN Gojeng memang memiliki kader-kader lingkungan yang mampu mendaur ulang sampah-sampah plastik, menjadi aneka jenis kerajinan diantaranya, penutup toples, kalung, gelang serta dompet.

Bahkan salah seorang fasilitator di RW 04 BTN gojeng, Andi Hairianti, saat ini sudah membukukan aneka jenis hasil kerajinan daur ulang sampahnya. “ saya sengaja membuat buku khusus daur ulang sampah, agar masyarakat yang berminat membuat kerajinan daur ulang sampah bisa mempelajarinya,” ungkapnya.

Selain dua wilayah ini, kader-kader lingkungan di RW lainnya juga sudah mulai melakukan daur ulang sampah plastik. Mereka semakin sadar bahwa dengan sedikit kratifitas, barang-barang yang sebelumnya hanyalah sampah ternyata memiliki nilai ekonomis, yang bisa menambah pendapatan keluarga. Apa yang dilakukan para kader lingkungan ini, tentu sangat menggembirakan. Selain sudah membantu pemerintah dalam mengurangi volume sampah terutama sampah plastik, warga juga sudah memiliki penghasilan tambahan. (*)


Read more "Kader Lingkungan Mulai Terima Orderan..."

Rabu, 04 Agustus 2010

Kel. Lappa Kembali Benahi Wilayah




Setelah sebelumnya hanya mengikutkan satu RW pada kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean 2010, kelurahan Lappa saat ini mulai membenahi sejumlah wilayah untuk diikutkan pada program Sinjai green and clean. Kalau sebelumnya hanya warga di RW 03 Kokoe yang berpartisipasi pada program ini, kini hampir semua RW di kelurahan Lappa tertarik untuk berpartisipasi. Menurut Hafid, motivator kelurahan Lappa, untuk saat ini warga di salah satu RW di jalan cakalang mulai membenahi wilayahnya.

Warga di jalan cakalang menurutnya, ingin memulai dari sekarang,” jadi bukan karena ada lomba sehingga warga mau berbuat, saat ini saja mereka secara perlahan mulai menata dan mempercantik lingkungannya,” kata Hafid. Motivasi warga di kelurahan yang di dominasi para nelayan ini semakin berlipat. Ini setelah sebelumnya saat penilaian kampungku bersih, kepala kecamatan Sinjai Utara A. Junaedi, berencana akan membuat lomba kebersihan dan keindahan antar lingkungan.

Kegiatan ini menurut camat Sinjai Utara saat memberikan sambutannya Sabtu ( 31/7 ) pekan lalu, sebagai pra persiapan menghadapi program Sinjai green and clean yang salah satunya adalah kompetisi kampungku bersih. “ saya akan berupaya agar semua RW di kecamatan Sinjai Utara bisa mengikuti program Sinjai green and clean, karena program ini terbukti disambut antusias oleh semua warga kami terutama mereka yang ingin perubahan pada lingkungan mereka,” Kata Junaedi, camat Sinjai Utara.

Selain kelurahan Lappa, 3 kelurahan lainnya di kecamatan Sinjai utara saat ini juga terus berbenah diri. Bahkan di kelurahan Bongki dan Biringere, warga sudah memiliki jadwal kegiatan kerja bakti massal. “ Saya kira ini hal yang cukup bagus, karena warga bisa terus bersama-sama menjaga lingkungannya,” kata koordinator Sinjai green & clean wilayah kel. Bongki, Andi Nuryadin. (*)




Read more "Kel. Lappa Kembali Benahi Wilayah..."

Tim Monitoring Pantau Wilayah




Tim monitoring Sinjai green and clean rencananya dalam waktu dekat ini, akan kembali melakukan pemantauan wilayah yang sebelumnya sudah mengikuti ajang kompetisi kampungku bersih. Monitoring wilayah ini bertujuan untuk melihat, sejauh mana perkembangan wilayah setelah kader-kader lingkungan mengikuti kompetisi kampungku bersih. Monitoring juga bertujuan sebagai evaluasi bagi para motivator dan fasilitator lingkungan, yang selama ini sudah diberikan tugas menata dan mengelola lingkungan bersama warga diwilayahnya masing-masing.

“ Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan kembali melakukan monitoring wilayah untuk melihat perkembangan wilayah masing-masing, setelah para kader-kader lingkungan di sibukkan dengan penilaian kompetisi kampungku bersih, “ Ungkap koordinator divisi monitoring wilayah Sinjai green and clean, Saifullah Ahmad. Sebelumnya menurut Saifullah, tim kerja Si greEn sudah melakukan monitoring awal sehari setelah pelaksanaan kompetisi kampungku bersih, yakni pada hari Minggu ( 1/8 ) baru-baru ini.

Saat pra pemantauan tersebut, tim menemukan dua RW, masing di RW 04 Lompu kelurahan Biringere serta RW 02 Popanda kel. Bongki masih tetap melaksanakan jadwal rutinnya yakni kerja bakti massal. “ Ini menunjukkan bahwa warga terutama kader-kader lingkungan bekerja bukan hanya sekedar menghadapi perlombaan, namun mereka bekerja karena ingin melihat lokasi tempat tinggalnya bersih, hijau dan sehat,” Tambah koordinator monitoring Si GreEn.

Satu hal yang membanggakan menurut Ulla, sapaan akrab Saifullah, bahwa saat kerja bakti massal di kedua RW tersebut, Lurah Biringere A. Yusran Maddolangeng serta Lurah Bongki Yuhadi Samad, tampak berbaur dengan warga. “Keterlibatan langsung aparat pemerintah akan menjadi motivasi tersendiri bagi warganya,” katanya. (*)


Read more "Tim Monitoring Pantau Wilayah..."

Senin, 02 Agustus 2010

Tim Si GreEn Rapat Evaluasi




Program akan dipertajam

Kompetisi kampungku bersih memang telah usai, namun bukan berarti program-program Sinjai green and clean ( Si GreEn ) telah berakhir. Setelah pengumuman hasil kompetisi yang rencananya dilakukan pada tgl 17 Agustus 2010 nanti, sejumlah agenda kembali menanti. Hal ini dibahas saat rapat evaluasi tim kerja Sinjai green and clean, Minggu ( 1/8 ) 2010 di sekretariat Sinjai green and clean. Rapat evaluasi yang dipimpin project officer Sinjai green and clean, Zainal Abidin Ridwan, membahas rencana aksi atau program Si GreEn berikutnya.

Rapat yang turut dihadiri tim kerja serta para motivator Si GreEn ini, lebih banyak membahas program kerja yang sudah dilaksanakan diantaranya, workshop pengelolaan sampah mandiri serta kompetisi kampungku bersih. Menurut humas Si GreEn, Nisba Ridwan, kedepan perlu adanya penajaman program agar masyarakat semakin banyak yang bisa berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan diwilayahnya. “ Program-program yang sudah ada perlu lebih dipertajam, agar lebih banyak lagi masyarakat atau kader lingkungan yang bisa berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan diwilayahnya masing-masing,”Ungkap Nisba.

Saat rapat juga muncul usulan menggelar buka puasa bersama para kader lingkungan, “ hal ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antar sesama kader lingkungan, selain itu bisa kita manfaatkan sebagai sarana untuk membahas program kerja kedepan,” kata sekretaris Si GreEn, Yusuf Yunus.

Sementara itu project officer Si GreEn, saat rapat menyampaikan bahwa untuk mempertajam program-program yang sudah ada, pihaknya berencana melakukan workshop pengelolaan sampah mandiri di tingkat RW. Hal ini bertujuan agar semua warga di wilayah tersebut bisa berpartisipasi dan bisa memahami cara-cara mengelola sampah organik maupun an organik. “ setelah kompetisi kampungku bersih, kami berencana melakukan workshop pengelolaan sampah mandiri di tingkat RW, dengan harapan akan lebih banyak lagi warga yang bisa berpartisipasi,” harap Zainal. (*)

Read more "Tim Si GreEn Rapat Evaluasi..."
 

Green and Clean ©  Copyright by Sinjai Green & Clean | E-Mail : sinjaigreenandclean@gmail.com | Design by Tim Web Sinjai Green and Clean