Sabtu, 31 Juli 2010

Prosesi Penyambutan Sarat Unsur Seni





Saat Penilaian di Kel. Biringere

Tidak ingin kalah dengan wilayah lainnya, kader lingkungan di RW 04 (bukan RW 05 seperti yang ditulis sebelumnya) Lompu tepatnya di BTN Gojeng permai kelurahan Biringere, mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya saat penilaian kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean, Jumat (30/7) 2010. Ini dibuktikan dengan prosesi penyambutan rombongan tim penilai yang sarat dengan unsur seni. Saat rombongan tim penilai dari yayasan peduli negeri bersama unsur pemerintah daerah yang diwakili sekretaris daerah Sinjai, Mansyur A. Yacub memasuki gerbang BTN Gojeng, rombongan langsung disambut seorang gadis cilik memakai baju bodo yang membacakan osong atau puisi bugis.

Prosesi penyambutan tidak berhenti disini, setelah pembacaan osong kemudian muncul sekelompok penari yang membawakan tari Paduppa. Prosesi penyambutan ditutup atraksi hula hop dan pertunjukkan kolaborasi musik tradisional dan modern oleh bocah-bocah cilik di RW 04 ini. Ratusan warga di lingkungan ini juga tampak hadir mengikuti prosesi penyambutan rombongan.

Dalam sambutannya dihadapan ratusan warga di wilayah ini, Sekretaris daerah Sinjai, Mansyur A. Yacub mengakui program Sinjai green and clean ini sangat berguna dalam merubah pola pikir masyarakat, yang sebelumnya belum terlibat penuh dalam pengelolaan lingkungan hidup di wilayahnya.” Karena sebagian besar warga di RW 04 ini adalah aparat pemerintahan, maka saya yakin semua warganya sudah sadar dan paham arti pentingnya menjaga lingkungan, sehingga saya berharap RW 04 bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” harap Mansyur

Usai memberikan sambutan, sekda sinjai bersama tamu lain diantaranya Kepala Pedaltam A. Mulawangsa, Camat Sinjai Utara A. Junaedi, Lurah Biringere A. Yusran serta project officer Sinjai green and clean, Zainal Abidin Ridwan, langsung disuguhkan aksi para model cilik yang melenggak lenggok diatas catwalk. Yang menarik dari fashion show ini adalah asesoris yang dipakai para model cilik ini. Mereka mengenakan aneka produk hasil daur ulang sampah diantaranya, kalung dari bekas gelas minuman teh, gelang dari bekas botol air mineral serta ada pula tas yang terbuat dari pipet plastik. Sementara itu, usai pertunjukkan yang dilakukan para model cilik ini, tim dari yayasan peduli negeri bersama tim kerja Sinjai green and clean langsung menyisir semua titik di RW 04 ini. (*)


Read more "Prosesi Penyambutan Sarat Unsur Seni..."

Kamis, 29 Juli 2010

Kelompok Daur Ulang Sampah Sudah Terorganisir





Saat penilaian di Kel. Bongki

Kreatif, adalah kata yang pantas disematkan untuk warga di RW 02 lingkungan Popanda kelurahan Bongki, saat tim penilai kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean melakukan roadshow di wilayah ini. Saat rombongan tim Yayasan peduli negeri bersama unsur pemerintah daerah Sinjai memasuki pintu gerbang wilayah, rombongan langsung disambut lagu green and clean yang dibawakan puluhan anak-anak TK/TPA. Bukan hanya anak-anak TK/TPA yang menyambut, namun anggota majelis taklim RW 02 juga turut memberi sambutan hangat.

Usai disambut meriah, para anggota rombongan yang terdiri dari tim penilai dari yayasan peduli negeri, project officer Sinjai green and clean, Zainal Abidin Ridwan serta kepala kantor lingkungan hidup Andi Mulawangsa dan kepala UPTD kebersihan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, langsung di terima secara resmi dirumah salah seorang kader lingkungan di wilayah ini. Sementara itu, kepala kecamatan Sinjai Utara, A. Junaedi, juga tampak hadir bersama rombongan.

Kepala kelurahan Bongki, Yuhadi Samad, dalam sambutan penerimaannya sangat berharap adanya masukan dan motivasi dari para tim penilai kepada kader-kader lingkungan diwilayahnya. Motivasi ini menurutnya, agar kedepan wilayah binaan Sinjai green and clean di kelurahan Bongki bisa berkembang di masa-masa yang akan datang. Sementara itu, Kepala UPTD Kebersihan, Andi Jefrianto Asapa selaku penasehat program Sinjai green and clean mengatakan bahwa, untuk kedepan program ini perlu di pertajam. Menurutnya, partisipasi warga bersama unsur pemerintah setempat sangat menentukan berhasil atau tidaknya program Sinjai green and clean.

“ Khusus di lingkungan Popanda ini, kami sangat salut perkembangan wilayahnya, terlebih di RW 02 ini banyak memiliki tokoh-tokoh masyarakat yang sangat peduli terhadap lingkungan,” ungkap kepala UPTD kebersihan Sinjai. Setelah diterima secara resmi, tim penilai dari yayasan peduli negeri ( YPN ) kemudian menyisir semua titik di RW 02 Popanda. Salah satu yang menarik perhatian tim penilai adalah, kemampuan kader lingkungan di wilayah ini dalam mengorganisir sistem pengolahan sampahnya salah satunya dengan pembagian tugas kelompok daur ulang sampah, seperti kelompok pengepul, kelompok pencuci hingga pada pengelola galeri hasil daur ulang sampah warga. (*)

Read more "Kelompok Daur Ulang Sampah Sudah Terorganisir..."

Rabu, 28 Juli 2010

Penilaian di Kelurahan Balangnipa





Tim Penilai di Sambut Qasidah Cilik

Akhirnya roadshow dan penilaian kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean 2010 resmi dimulai Rabu ( 28/7). Tim penilai yang berasal dari Yayasan Peduli Negeri, didampingi tim Sinjai green and clean ini, dihari pertama melakukan penilaian di RW 01 dan RW 02 Tokinjong kelurahan Balangnipa. Di RW 01, warga terutama kader lingkungan di wilayah ini sangat antusias menyambut kedatangan tim. Bahkan penyambutan yang turut disaksikan langsung kepala UPTD Kebersihan Sinjai Andi Jefrianto Asapa dan kepala kelurahan Balangnipa, Tamzil Binawan, dimeriahkan dengan iringan musik qasidah, yang dibawakan belasan anak-anak TK/TPA diwilayah ini.

Penyambutan tidak berhenti disini. Saat memasuki wilayah binaan Sinjai green and clean, rombongan kembali disuguhkan aksi hula hop puluhan anak-anak SD di wilayah ini. Usai prosesi penyambutan, rombongan kemudian mulai melakukan penilaian di wilayah RW 01 yang merupakan salah satu wilayah pasang surut.

Tim penilai yang di koordinir langsung oleh Jaya dari Yayasan peduli negeri ini, kemudian satu persatu memeriksa kondisi fisik wilayah di RW 01. Secara umum menurut Jaya, kondisi fisik di wilayah ini sudah menunjukkan progress yang cukup baik. “ perkembangannya sungguh luar biasa, bahkan warga sudah mampu menciptakan kondisi wilayah yang hijau dan bersih sesuai harapan kita semua, “ menurutnya.

Usai melakukan penilaian di RW 01, rombongan kemudian melanjutkan roadshow di RW 02 Tokinjong, yang masih merupakan wilayah kelurahan Balangnipa. Di RW 02 kader lingkungan menunjukkan hasil karya mereka berupa aneka tas hasil daur ulang sampah. Selain hasil daur ulang sampah, tim juga melihat kondisi keranjang sakti Takakura serta bank sampah yang sudah dibuat warga. “ yang jelas, secara umum teman-teman kader lingkungan di RW 01 dan RW 02 Tokinjong sudah bisa membuat kondisi fisik wilayahnya menjadi lebih baik dari sebelumnya,” Kata Jaya, dari Yayasan peduli negeri. (*)

Read more "Penilaian di Kelurahan Balangnipa..."

Selasa, 27 Juli 2010

RW 03 Kokoe Andalkan TOGA





- Hari ini penilaian wilayah

Bukan hanya dari segi kebersihan dan keindahan wilayah yang menjadi fokus perhatian kader lingkungan di RW 03 Kokoe kelurahan Lappa, menjelang penilaian kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean 2010. Namun keberadaan Tanaman Obat Keluarga atau TOGA juga dinilai penting oleh warga diwilayah ini.

Menurut Hafid, motivator kelurahan Lappa, warga di RW 03 dengan kesadaran sendiri membudidayakan TOGA untuk kebutuhan obat-obatan keluarga. Malah menurutnya, salah seorang kader lingkungan RW 03 bernama Marni, bersedia halaman dirumahnya ditanami aneka jenis tanaman obat, seperti temulawak, daun serai dan kumis kucing.

“ Kader lingkungan di wilayah ini sadar arti pentingnya keberadaan TOGA dihalaman rumah, sehingga mereka bersedia halaman rumahnya ditanami aneka jenis tanaman obat,” kata Hafid. Motivator kelurahan Lappa inipun optimis, RW 03 Kokoe bisa bersaing dengan RW lainnya pada kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean 2010.Hari ini, Rabu ( 28/7 ) penilaian lomba kampungku bersih juga sudah mulai dilakukan. Yang pertama mendapat giliran adalah RW 01 dan RW 02 Tokinjong kelurahan Balangnipa.

JADWAL PENILAIAN :

  1. RW 01 & RW 02 Tokinjong Kel. Balangnipa : Rabu, 28 Juli 2010 ( Pukul 16.00 Wita )

  2. RW 02 Popanda Kelurahan Bongki : Kamis, 29 Juli 2010 ( Pkl 16.00 wita )

  3. RW 05 Lompu, BTN Gojeng Kel. Biringere : Jumat, 30 Juli 2010 ( pkl 16.00 wita )

  4. RW 01 Bonto, kelurahan Bongki : Sabtu, 31 Juli 2010 ( pkl 16.00 wita )

  5. RW 03 Kokoe kelurahan Lappa : Sabtu, 31 Juli 2010 ( pkl 16.00 wita )


Read more "RW 03 Kokoe Andalkan TOGA..."

Komposter Cair

to1.JPG

Ini cara membuat komposter ala pak Sukamto, atau model komposter kompos cair.

Bahan baku dan alat yang dibutuhkan adalah:

1. Tong plastik bekas, kapasitas tergantung pilihan mulai dari 20 - 100 literan, beli di pengepul barang bekas

komposter.jpg

2. Potongan pipa pralon diameter 1 inchi, 2 buah

3. Potongan pipa pralon ukuran diameter 1 inchi, 1 buah

4. Potongan pipa pralon ukuran panjang 1 inchi, 1 buah

to5.jpg

5. sambungan pipa berbentuk T, 2 buah

6. Sambungan pipa berbentuk L, 1 buah

to4.jpgcopy-4-of-34_sukamto.jpg

7. Keran air galon plastik 1 buah

8. Bor

9. Meteran

10. Kasa plastik

Cara membuatnya :

1. Buat dua lubang udara di sisi kanan dan kiri tong dengan menggunakan bor. Diameter lubang harus sama dengan diameter pipa pralon.

2. Buat satu lubang lagi di sisi lain tong. Posisi lubang ketiga ini harus lebih rendah daripada lubang sebelumnya atau sekitar 10 cm dari dasar tong.

3. Lubangi potongan pipa paralon, dan lapisi dengan kain kasa

4. selanjutnya instalasi dalam udara dapat dirangkai. Mulailah dari memasang kedua pipa pralon dengan ukuran yang sama, masing-masing pada lubang kanan dan kiri. Kedua pipa dimasukkan dari arah dalam ke luar. Pipa didorong dari dalam hingga keluar sekitar 3 cm dari lubang dan sisanya sekitar 10 cm berada di dalam tong.

to2.JPG

5. Kedua ujung pipa yang mencuat keluar 3 cm tersebut kemudian ditutup dengan kasa plastik. Potong kasa plastik berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 1 cm lebih panjang dari diameter pipa. Beri lem PVC di sekitar ujung pipa, lalu tempelkan kasa, atur hingga tertutup rapi.

to3.JPG

6. Selanjutnya kedua pipa tadi disambung dengan sambungan pipa berbentuk T.

7. Kaki sambungan T tersebut dirangkaikan dengan pipa pralon lainnya

8. Kemudian pasang sambungan pipa L pada bagian ujung bawah pipa pralon . Sambungan pipa L dipasang dengan arah kakinya mengarah ke lubang yang akan dipasangi keran (lubang ketiga).

9. Pasang keran plastik pada lubang ketiga tersebut.

10. Terakhir, masukan pipa pralo untuk menyambungkan antara lubang keran plastik dengan pipa L.

Panjang pipa disesuaikan dengan ukuran tong komposter , sedangkan prinsip pemasangan sama saja. Selamat membuat kompsoter yah..

Read more "Komposter Cair..."

Tas Mungil dari Plastik Bekas

Kemasan plastik tidak selalu berakhir menjadi sampah. Kemasan plastik bisa dirangkai jadi tas cantik. Tidak percaya? Simak tips kreasi berikut ini.

Tas Mungil


Alat dan bahan:

  • 4 kemasan plastik 450 ml dengan corak dan warna yang senada (2 buah untuk sisi depan dan belakang, 2 buah lagi untuk sisi kiri dan kanan).50cm bisban dengan ukuran lebar 3cm untuk tali tas.
  • 1m bisban dengan ukuran lebar 2cm.
  • 4cm perekat
  • 30cm renda katun sebagai pemanis.
  • Jarum (ukuran 16) dan benang jahit berwarna senada.

Cara membuat:

  1. Bersihkan kemasan plastik dari segala noda dan kotoran. Untuk membersihkannya Anda bisa menggunakan kertas tisu. Jika noda sulit dibersihkan, Anda bisa merendam plastik di dalam air hangat. Jangan menggunakan air yang terlalu panas, karena akan merusak tekstur plastik.
  2. Gunting dua buah kemasan dengan ukuran yang diinginkan. Usahakan potongan kedua kemasan plastik memiliki ukuran yang sama.
  3. Gunting dua kemasan lain (untuk sisi kiri dan kanan) menjadi dua bagian lebarnya (7cm). Jahit bisban pada sisi lebar masing-masing kemasan yang sudah dipotong.
  4. Pasang dan jahit perekat, dengan menggunakan mesin jahit, pada bagian dalam masing sisi depan dan belakang.
  5. Pasang dan jahit bisban lebar 3cm pada bagian permukaan plastik (sisi depan dan belakang), sebagai tali tas.
  6. Kemudian pasang dan jahit renda katun sekaligus bisban pada sisi atas lembar kemasan plastik. Lakukan langkah ini pada kemasan plastik untuk sisi depan dan belakang.
  7. Sambungkan kedua kemasan plastik yang sudah dipotong berukuran 7cm (untuk sisi kiri dan kanan tas). Sehingga membentuk lembaran panjang.
  8. Hubungkan dan sambung dengan jahitan mesin, bagian tadi (no.7) dengan lembaran plastik untuk sisi depan dan belakang.
  9. Lalu pasang bisban pada seluruh tepinya. Jadilah sebuah tas mungil nan cantik, berbahan kemasan plastik. Cara yang sama juga bisa Anda lakukan untuk tas yang berukuran lebih besar, lho. Tinggal ganti ukurannya saja. Selamat berkreasi!
Read more "Tas Mungil dari Plastik Bekas..."

Membuat Kompos (metoda Keranjang Takakura)



Keranjang Takakura merupakan alat pengomposan skala rumah tangga yang ditemukan Pusdakota bersama Pemerintah Kota Surabaya, Kitakyusu International Techno-cooperative Association, dan Pemerintahan Kitakyusu Jepang pada tahun 2005. Keranjang ini dirakit dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita yang mampu mempercepat proses pembuatan kompos. Dan disebut ’Takakura Home Method’ yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama ‘Keranjang Takakura.’


Satu keranjang standar dengan starter 8 kg dipakai oleh keluarga dengan jumlah total anggota keluarga sebanyak 7 orang. Sampah rumah tangga yang diolah di keranjang ini maksimal 1,5 kg per hari.

Jenis-jenis sampah yang diolah:
- Sisa sayuran. Idealnya sisa sayuran tersebut belum basi.
Namun bila telah basi, cuci sayuran tersebut terlebih dahulu, peras, lantas
buang airnya.
- Sisa nasi.
- Sisa ikan, ayam, kulit telur dll.
- Sampah buah yang lunak (anggur, kulit jeruk, apel, dan
lain-lain). Hindari memasukkan kulit buah yang keras seperti kulit salak.

Cara pembuatan keranjang Takakura
Persiapkan wadah atau keranjang berukuran 40 liter atau yang sekiranya cukup untuk menampung sampah. Pilihlah keranjang yang berlubang-lubang kecil untuk sirkulasi udara. (lihat gambar) Tempatkan keranjang pada tempat yang teduh, tidak kena hujan dan sinar matahari langsung serta memiliki sirkulasi udara yang bagus. Letakkan penyangga (batu bata atau bisa yang lain) pada bagian bawah keranjang agar aliran udara bisa masuk.

Masukkan sekam kedalam suatu wadah dan tempatkan pada bagian bawah keranjang. Bantalan sekam berfungsi menyerap air, mengurangi bau dan mengontrol udara agar mikroba berkembang dengan baik.

Cari kardus bekas yang muat masuk kedalam keranjang untuk menampung bahan-bahan yang akan dikomposkan. Letakkan kardus di atas bantalan sekam.
Isi wadah dengan starter atau kompos kurang lebih setebal 5 cm. Kompos berfungsi sebagai starter proses pengomposan karena di dalamnya terkandung mikroba-mikroba pengurai.

Masukkan bahan yang akan dikomposkan. Bahan-bahan yang akan dikomposkan sebelum dimasukkan ke keranjang harus dipotong kecil-kecil ukuran 2 cm x 2 cm. Semakin kecil ukuran akan semakin cepat terurai. Jika terlalu basah, tambahkan sekam atau serbuk kayu gergajian.

Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan. Bila perlu tambahkan selapis kompos yang sudah jadi. Agar kompos beraroma jeruk, anda bisa menambahkan kulit jeruk ke dalam keranjang.

Untuk memastikan proses pengomposan berjalan, letakkan tangan kita 2 cm dari kompos. Bila terasa hangat, dapat dipastikan proses pengomposan bekerja dengan baik. Jika tidak, percikkan sedikit air untuk memicu mikroorganisme bekerja. Bisa jadi kompos terlalu kering sehingga memerlukan air.

Lakukan kegiatan tersebut berulang-ulang selama 40 - 60 hari. Bahan yang telah menjadi kompos akan berwarna hitam, tidak berbau dan tidak becek.

Catatan:
Letakkan Keranjang Takakura di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung.
Bila kompos kering, perciki air bersih sambil diaduk merata. Suhu ideal adalah 60 derajat celsius.

Cara Pemanenan
Bila kompos di dalam Keranjang Takakura telah penuh, ambil 1/3-nya dan kita matangkan selama seminggu di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sisanya yang 2/3 bisa kita gunakan kembali sebagai starter untuk pengolahan berikutnya.
Read more "Membuat Kompos (metoda Keranjang Takakura)..."

Kerja Bakti Massal di Bongki






Ada suasana berbeda di RW 02 Popanda kelurahan Bongki, Minggu (25/7) baru-baru ini. Hampir semua warga di lingkungan ini keluar rumah, mulai dari anak-anak hingga para orang tua. Mereka secara massal “mengeroyok” lingkungan tempat tinggalnya untuk di percantik dan diperindah menjelang penilaian kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean 2010. Bocah-bocah cilik tampak ikut membantu ibunya, menata bunga-bunga yang ada di depan rumah masing-masing. Sementara warga lainnya larut dengan kesibukan masing-masing. Ada yang mencangkul, mengecat pagar hingga menanam pohon penghijauan.

Bahkan warga tampak bersemangat bekerja, terlebih kerja bakti massal ini dikoordinir langsung oleh Lurah Bongki, Yuhadi Samad. Yuhadi, yang juga alumni STPDN ini memang termasuk lurah yang paling sering turun ke lapangan, memantau kesiapan warganya menjelang penilaian kompetisi kampungku bersih.

Sementara itu, humas Sinjai green and clean, Andi Nuryadin menuturkan bahwa menjelang penilaian kompetisi kampungku bersih, RW 02 Popanda memang merupakan salah satu wilayah yang menunjukkan grafik peningkatan signifikan. Hampir setiap hari ada hal baru atau inovasi yang dilakukan kader lingkungan di wilayah ini. Apalagi menurut Adin, partisipasi warga di RW 02 ini sangat besar dan ditopang oleh perhatian pemerintah setempat, dalam hal ini kepala kelurahan Bongki.

“ Partisipasi warga di RW 02 dalam mensukseskan program Sinjai green and clean termasuk yang terbaik, apalagi ini ditopang oleh perhatian pemerintah setempat yakni kepala kelurahan Bongki,” ungkap humas Si GreEn atau Sinjai green and clean. “ Saya optimis wilayah ini akan terus berkembang, dengan catatan warga di wilayah ini secara keseluruhan mendukung program-program Sinjai green and clean,”kuncinya. (*)

Read more "Kerja Bakti Massal di Bongki..."

Senin, 26 Juli 2010

Ayo, Hijaukan Sinjai !





Penilaian kompetisi kampungku bersih Sinjai green and clean 2010 tersisa 2 hari lagi. Semua wilayah binaan Sinjai green and clean terus melakukan pembenahan, salah satunya dengan melakukan penghijauan. Setelah kader lingkungan RW 05 Lompu kelurahan Biringere melakukan penanaman pohon di BTN Gojeng Permai, kali ini giliran RW 01 dan RW 02 Tokinjong kelurahan Balangnipa.

Puluhan warga, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa bahu membahu menanam pohon penghijauan di sepanjang jalan Teratai, Minggu ( 25/7 ) 2010, yang merupakan wilayah binaan Sinjai green and clean. Mereka tampak semangat menghijaukan wilayahnya, untuk menghadapi kompetisi kampungku bersih. Udin, salah seorang kader lingkungan RW 01 mengatakan bahwa bibit pohon bantuan UPTD Kebersihan ini sangat bermanfaat dalam membuat wilayahnya menjadi lebih hijau.

“ kami akan berusaha dengan warga lainnya menjaga pohon penghijauan ini supaya tumbuh baik, agar wilayah kami menjadi lebih indah dan enak dipandang mata,” kata Udin singkat. Hal yang sama juga tampak di RW 02 Tokinjong. Dilokasi ini, penanaman pohon dikoordinir langsung motivator Sinjai green and clean, Rudi Mude. Saat penanaman pohon, juga tampak belasan bocah cilik yang masih duduk di bangku SD ikut membantu warga melakukan penanaman pohon.

“selain warga, anak-anak ini juga ternyata bersedia membantu kami melakukan aksi penanaman pohon. Ini merupakan pertanda baik, bahwa kedepan akan muncul generasi-generasi yang akan merawat dan mencintai lingkungan hidup kita,” ungkapnya.

Sejak UPTD Kebersihan kabupaten Sinjai memberikan bantuan bibit pohon penghijauan Jumat pekan lalu, para kader lingkungan di semua RW wilayah binaan Sinjai green and clean beramai-ramai melakukan penghijauan. Ayo, hijaukan Sinjai ! (*)

Read more "Ayo, Hijaukan Sinjai !..."
 

Green and Clean ©  Copyright by Sinjai Green & Clean | E-Mail : sinjaigreenandclean@gmail.com | Design by Tim Web Sinjai Green and Clean